Senin, 17 September 2007

Membangun Wilayah Yang Produktif

Dalam dunia yang sangat kompetitif sekarang ini setiap negara perlu mengupayakan terbentuknya wilayah-wilayah yang produktif untuk memungkinkan tersedianya lapangan kerja yang stabil bagi penduduknya. Sesuai dengan perkembangan globalisasi dan pertumbuhan cepat perekonomian negara-negara berkembang, seperti Vietnam, kompetisi antar negara semakin tajam, dan perusahaan skala dunia menjadi sangat selektif dalam memilih wilayah-wilayah dimana mereka akan menempatkan perusahaannya.

Tata ruang wilayah negara perlu dikondisikan untuk mendukung terwujudnya wilayah-wilayah yang produktif tersebut, yang ditempati oleh industri-industri bernilai tambah tinggi, yang akan memberikan pendapatan tinggi bagi para pekerjanya. Industri itu juga perlu menggunakan sumber daya wilayah yang bersangkutan, sehingga tidak mudah pindah ke negara lain, karena tersedianya insentif baru yang ditawarkan oleh negara itu.

Untuk itu adalah penting untuk mempromosikan deregulasi dan mewujudkan lingkungan bisnis yang bersifat non-restrictive, dengan mengubah sistem yang berbiaya tinggi, dan dengan meningkatkan kelancaran pergerakan orang, barang (termasuk uang), dan informasi.

Negara kita perlu menyediakan lingkungan industri yang menarik bagi perusahaan dunia untuk berlokasi di berbagai wilayah di Indonesia, dan dalam jangka panjang setiap wilayah perlu berupaya untuk mampu menjadi kompetitif secara internasional. Dengan menjadi kompetitif, maka perusahaan asing akan satu demi satu datang, membuka lapangan kerja, mencari barang dan jasa pendukung, serta pada akhirnya memberikan penghasilan yang tinggi bagi mereka yang terlibat. Perusahaan asing ini membawa teknologi, kebiasaan kerja, pengetahuan manajerial, dan informasi pasar yang semuanya penting untuk diketahui oleh perusahaan dan individu lokal. Ini tidak berarti perusahaan lokal diabaikan, mereka bahkan merupakan ujung tombak pembangunan, sehingga perlu mendapat dukungan yang khusus.

Agar semakin banyak wilayah menjadi produktif, maka setiap daerah perlu memanfaatkan karakteristik wilayah masing-masing dalam berinteraksi dengan dunia. Setiap wilayah perlu memiliki identitas yang khas, yang dihargai oleh dunia. Sasarannya adalah berkembangnya pertukaran yang lebih aktif dalam banyak bidang termasuk ekonomi, ilmu pengetahuan, budaya, olahraga, dan pariwisata dengan negara lain. Setiap wilayah perlu menawarkan apa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat global, dan terutama oleh masyarakat Asia, yang kemakmurannya tidak kalah dengan masyarakat dari negara industri maju, dan dengan harga tiket murah sekarang ini, menjadi tetangga yang sangat dekat.

Semakin meningkatnya aktivitas luar negeri dari perusahaan dan individu luar negeri di berbagai wilayah Indonesia, akan semakin menarik lebih banyak perusahaan dan individu asing yang akan mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia untuk melakukan berbagai aktivitas baru, dan perekonomian nasional pun akan semakin berkembang.


Strategi

Strategi untuk mencapai tujuan menjadi wilayah produktif adalah membangun prasarana, mempromosikan kerja sama regional dan meningkatkan partisipasi publik.

Prasarana wilayah, yang terdiri dari jalan, pelabuhan, listrik, dan sambungan internet adalah satu paket kebutuhan yang mutlak untuk membangun wilayah produktif. Membangun dan meningkatkan infrastruktur transportasi, energi, komunikasi dan informasi ini adalah untuk memudahkan kerjasama dan pertukaran barang dan jasa antar wilayah, dan untuk memberikan akses yang merata terhadap fungsi-fungsi pelayanan dari pusat-pusat wilayah.

Upaya berikutnya adalah mengembangkan lingkungan kota yang tertib, alami dan mempunyai tradisi unik yang menarik. Ketertiban merupakan pencerminan dari adanya kepastian, yang sangat diperhatikan oleh para pengusaha. Untuk menciptakan kepastian, maka rencana tata ruang kota menjadi suatu kebutuhan. Kota yang alami akan membuat penghuni kota merasa betah, yang merupakan kebutuhan untuk menghilangkan keletihan bekerja. Tradisi yang unik akan membuat pendatang mendapatkan pengalaman lain yang dapat diceritakan kepada orang-orang lain. Setiap daerah perlu menggali tradisi lokal yang khas dan kemudian mengubahnya menjadi suatu event yang menarik, dengan tetap memelihara nilai-nilai luhur yang dikembangkan masyarakat lokal sejak dahulu.

Kota Denpasar dan Bali secara keseluruhan adalah contoh nyata bagi pemda lain untuk menjadikan suatu kota yang tertib, alami dan mempunyai tradisi unik. Di sini pedagang kaki lima menempati kawasan-kawasan tertentu dan tidak tersebar tanpa kendali. Di balik keberhasilan ini, ada disiplin yang kuat dari pengelola kota dari tingkat atas sampai tingkat bawah untuk mentaati peraturan daerah yang ditetapkan.

Mendorong kerja sama dan interaksi antara wilayah di Indonesia dengan wilayah-wilayah negara lain merupakan upaya yang secara khusus perlu disiapkan, karena keterbatasan pengalaman dari sebagian besar pemda. Dan partisipasi publik adalah upaya agar kemajuan wilayah dapat dirasakan oleh banyak orang, dengan memberi kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan upaya secara profesional dan memberikan kontribusi pada kegiatan yang produktif di wilayah itu, tanpa memandang latar nelakang budaya orang per orang.


1. Membangun infrastruktur wilayah yang produktif

Wilayah ini meliputi lingkungan kota dan pedesaan di sekitarnya. Kota-kota ini telah menunjukkan fungsi sebagai pusat, sehingga tidak membangun baru. Kota sebagai pusat kawasan, akan menyediakan masyarakat perdesaan sekitarnya pelayanan dasar, fasilitas budaya, pendidikan dan pelayanan perkotaan lain dan khususnya lapangan kerja.

Untuk menjadikan kota-kota ini menjadi wilayah yang produktif, pemda perlu melakukan upaya-upaya antara lain sbb:

- mendorong tumbuhnya industri berbasis pertanian, perkebunan, kehutanan atau perikanan serta berdasar pada pemanfaatan yang menyeluruh dari sumber daya buatan dan SDM yang ada di wilayahnya, sehingga membentuk klaster industri berbasis sumber daya alam lokal.

- mendorong tumbuhnya industri baru yang tidak bergantung pada lokasi dengan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi dalam lingkungan yang alami dan nyaman.

- mengelola lingkungan alami di luar perkotaan, yang dapat berupa hutan, sungai dan pesisir serta menyediakan fasilitas yang menarik untuk sarana rekreasi bagi penghuni kota yang produktif.

- menghubungkan kawasan itu dengan jaringan pariwisata nasional dan internasional, untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan ke daerah itu.

- meningkatkan fasilitas untuk riset, pengembangan teknologi, peningkatan keterampilan dan perilaku pekerja, dan mendorong kerjasama yang erat antara industri, pemerintah dan lembaga pendidikan.


2. Membenahi kawasan metropolitan

Kawasan metropolitan yang sudah mengalami kelebihan penduduk dan overkonsentrasi fungsi perlu diubah menjadi tempat di mana masyarakat dapat hidup nyaman, di mana dimensi manusia menjadi ukuran dalam pembangunan prasarana dan sarana. Pada waktu yang sama, untuk memelihara vitalitas ekonomi, berbagai prasarana dan sarana kota perlu dapat digunakan secara efisien dan efektif.

Meningkatkan lingkungan alami kota metropolitan adalah memberi penghargaan pada lingkungan alami kota, menyediakan fasilitas agar alam dapat dinikmati oleh berbagai kelompok masyarakat kota. Dalam hal ini, setiap tindakan perorangan atau institusi yang mengubah bentang alam, skala kecil sekalipun, perlu dicegah, kecuali diimbangi dengan upaya yang memberi hasil yang sama. Upaya lain adalah mengurangi kepenuhsesakan kota metropolitan dengan mendistribusikan berbagai fungsi yang terkonsentrasi di sini ke kota-kota sekitarnya.

Untuk membenahi kawasan metropolitan menjadi perkotaan yang nyaman, perlu pemecahan permasalahan kemacetan lalulintas, yang tidak lagi dimonopoli Jakarta, tetapi juga Bandung, Surabaya, dan kota-kota besar lain.

Selain menata fungsi perkotaan perlu peningkatan kualitas industri yang ada, dengan mengupayakan semakin berkurangnya industri yang memakan lahan yang luas, yang atau menimbulkan pencemaran yang sulit diatasi, atau yang memerlukan sumber-sumber yang terbatas, seperti air.


3. Membentuk koridor kerjasama wilayah

Wilayah yang mempunyai karakteristik yang berbeda perlu satu sama lain bekerja sama bahkan dengan kota-kota di luar batas-batas daerah untuk mengembangkan wilayah produktif yang dinamis. Setiap kota perlu terhubungkan dengan kota lain sehingga membentuk koridor wilayah, yang memungkinkan wilayah-wilayah itu saling berinteraksi.

Setiap pulau-pulau besar sudah mempunyai struktur dasar koridor kerjasama antar wilayah. Yang diperlukan adalah pemantapannya dan perluasannya ke pusat-pusat wilayah yang lebih dalam lagi secara bertahap. Dalam koridor antar wilayah ini, setiap wilayah perlu berbagi sumber daya dan berbagi peran berdasar pada potensi dan keunikan yang dimiliki masing-masing wilayah, dan menjaga agar tidak terjadi hambatan dalam pergerakan barang antar wilayah. Kerjasama antar wilayah akan meningkatkan penggunaan ruang dan fasilitas yang efisien dan efektif di antara wilayah-wilayah itu. Peran rencana tata ruang adalah mewadahi kesepakatan untuk membentuk kerjasama itu, bukan menjadi ketentuan yang tidak dapat diubah.

Pada akhirnya, koridor kerjasama wilayah ini akan memungkinkan setiap wilayah, dengan kultur dan sejarah yang berbeda, dapat bekerja sama dan memperkuat karakteristik yang unik dari wilayah itu secara keseluruhan dan dapat juga mewujudkan pengalaman budaya dan nilai-nilai baru.


4. Membuka hubungan internasional yang merata

Membuka hubungan internasional di berbagai daerah akan memungkinkan setiap bagian dari negara kita untuk bertahan dari kompetisi wilayah negara lain dan meningkatkan kerjasama antar wilayah di luar batas-batas wilayah nasional.

Hubungan internasional harus tidak dimonopoli oleh kota metropolitan saja. Pertukaran internasional harus dapat dilakukan oleh banyak daerah sendiri secara otonom. Lingkungan interaksi internasional ini perlu mempunyai infrastruktur kelas dunia, yang tidak harus mewah, untuk pertukaran barang, jasa dan informasi ke pusat-pusat internasional terutama ke negara-negara tetangga.

Untuk dapat memanfaatkan infrastruktur itu, masyarakat perlu didorong untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan komunikasi internasional. Harapannya adalah akan terjadi pertukaran internasional dalam berbagai bidang termasuk ekonomi, ilmu pengetahuan, budaya, olahraga dan pariwisata.

Melalui kerjasama internasional dan perdagangan seperti itu, masing-masing wilayah selanjutnya akan dapat mengembangkan lingkungan yang menarik secara internasional yang dapat dibanggakan oleh penduduk wilayah itu.

Pembentukan lingkungan interaksi internasional secara merata akan menstimulasi pembangunan struktur ekonomi wilayah Indonesia yang dinamis, dan akan menjadi basis untuk menciptakan negara yang terbuka bagi dunia melalui berbagai pertukaran internasional, dengan memanfaatkan globalisasi yang terus meningkat.


Penutup

Strategi yang diuraikan di atas akan mempercepat pencapaian tujuan dasar membangun negara Indonesia yang maju dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi, sesuai dengan “kebesaran” wilayah negara Indonesia.

Perwujudan lingkungan perkotaan yang tertib, alami dan mempunyai tradisi unik akan membantu kemandirian wilayah dan akan mengkonservasi alam. Sebagai hasilnya, adalah wilayah perkotaan yang menarik, yang dapat dinikmati oleh penduduknya. Ruang hidup yang aman dan nyaman dapat hadir tanpa pelayanan perkotaan yang modern.

Pembenahan kawasan metropolitan akan berperan untuk memecahkan permasalahan akibat kelebihan penduduk dan overkonsentrasi dari fungsi-fungsi perkotaan. Pembenahan kawasan metropolitan juga perlu diarahkan untuk mengubah struktur hirarkis antara kota besar dan kota kecil yang curam menjadi suatu struktur jaringan yang lebih merata.

Pembentukan koridor antar-wilayah akan membuat masyarakat lebih dinamis karena menumbuhkan peluang melakukan pergerakan barang, orang dan informasi antar wilayah, melengkapi kebutuhan bahan baku satu sama lain, dan membentuk mata rantai produksi yang erat.

Pembentukan lingkungan interaksi internasional di berbagai wilayah negara akan secara cepat meningkatkan peluang untuk terjadinya pertukaran global. Sebagai hasilnya, banyak bagian dari wilayah Indonesia yang akan terbuka bagi dunia. Masing-masing terkait dengan koridor nasional dan internasional, dan masing-masing mempunyai kemampuan yang dipandang dari sudut bisnis internasional adalah unik dan oleh karena itu diperhitungkan sebagai wilayah tujuan investasi yang berarti.

--o0o--


Penulis adalah staf Bappenas.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda